Saturday, 29 September 2012

Someone Like You



I heard that you've settled down
That you found a girl and you're married now 
I heard that your dreams came true 
Guess she gave you things I didn't give to you 

So, letting go is ain't easy.

Quoting Yasmin Mogahed, "They say you don’t get over someone until you find someone or something better."

Ask me, ask me.
Have I find someone better? 

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best of you

I can try to find someone like you, to find someone way better than you. But I don't think I will find one. You, as perfect, as I could ever imagine. Allah, for sure, have his own reason why he sent you to me - just to be a colleague, and not more than a friend.

Quoting a close friend, "There is no Mr. Perfect, Shee. But there will always be Mr. Right. Just right for you"

Maybe I've just to agree with her this time. You, perfect? Seems like, there is none. So, it seems like you existed for a while, helped me a lot to strengthen my faith. You inspired me in some ways, so Thank You Allah for lending me this Mr. Perfect even for just a while.

It is indeed time to let go. Never mind if I could not find someone like you. At least, I know there's something special about you that I could cherish forever.

Sometimes it lasts in love, 
but sometimes it hurts instead 

It's a love that smile with a hurt.
Allah has bring me to it, I am sure that he will bring me through it, Amin Insya-Allah.

Sebagaimana Firman Allah Ta'ala dalam Surah Ar-Ra'd, Ayat 39:

"Sesungguhnya Allah menghapuskan apa jua yang dikehendakiNya dan Dia juga menetapkan apa jua yang dikehendakinya dan (ingatlah) pada sisiNya ada "Ibu segala suratan."

So I let him go, I'll let God to do it for me.




xx




Thursday, 20 September 2012

Sang Misterius I

Aku musykil. Aku mengerutkan dahi. Aku berfikir. 'Hmm...' 
Mental block tiba-tiba. Ku pandang ke depan kosong. 
Ku alihkan pandangan ku sedikit ke kiri. Bos sedang sibuk berdiskusi dengan Anuar.
Ku pandang ke arah kanan. 
Aku nampak dia yang sedang tunduk dengan kepalanya tertutup dengan hood bajunya. 
Terlena mungkin. 

Ada aku kisah? 

Ya, aku sangat ambil kisah. Sebab dia begitu misterius orangnya.  Dan aku ada sedikit rasa gerun.
Ya, aku perlu ambil kisah. Sebab aku mesti bekerjasama dengan orang itu untuk hari-hari seterusnya. 
Ya, aku mesti ambil kisah. Sebab yang membuatkan aku musykil sekarang ini adalah dia. Aku alihkan pandanganku pada kertas di hadapanku kini. Yang aku hadap sejak 15 minit yang lalu. Maksud aku, aku mesti ambil kisah, sebab kertas di hadapanku ini adalah poster yang telah direkabentuk oleh dia yang misterius itu. Dan tugasku adalah untuk membuat proofreading atas informasi yang telah diselitkan ke dalam poster itu.
 
Aku mengeluh. Macam mana ye?

Buntu. 

"Bos, I wonder eh. What is practice in malay? A better word than mempraktikkan?" Aku terpaksa menganggu bosku. Bosku terhenti juga berfikir. Al-maklum, jam di tangan sudah menunjukkan 8.45 malam. Fungsi otak pun untuk mencerna sesuatu informasi pun sudah mula slow. Sudah 2 hari 2 malam bermastautin di pejabat orang ini. Bukan pejabat aku, bukan pejabat bos aku dan bukan juga pejabat Anuar. Tapi ini pejabat orang lain. Ini pejabat si misterius itu. Kami perlu bekerjasama bagi menjayakan acara kebangsaan ini. 

"Mengamalkan?" Tiba-tiba satu tona menyapa gegendang telingaku sebelah kanan. Pantas aku mengalihkan pandanganku. Dan... 

Oh..oh..si misterius bersuara. 

Aku memandangnya. 

Dia memandangku kembali. 

Dan aku, "Aaa.. yes. that's the word I'm looking for. Thank You." Aku melemparkan sedikit senyuman berterima kasih. 

Dia tersenyum dengan pandangan matanya. "Welcome" 

Setelah 2 hari 2 malam aku bermastautin di sana, itulah kali pertama kami bicara. 

Hanya dengan dua patah kata, ada bunyi dup dap yang perlahan dalam hati. 

Suaranya kah? 

Atau senyumannya? 

Atau kemisteriusannya?

Indeed... there's something about him.